Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menilai rencana pemerintah yang memberikan kuasa kepada swasta untuk mengimpor sapi adalah sebuah kemunduran bagi industri pangan.
Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansyuri menjelaskan jika keran impor dibalikkan lagi ke swasta maka pemerintah akan sulit mengontrol distribusi dan harga daging sapi, sehingga bisa menimbulkan kenaikan harga.
"Jika dikembalikan ke swasta dapat berpotensi ketergantungan impor tetap akan berjalan dan tidak dapat dihentikan sampai kapanpun," kata Abdullah, ketika diwawancarai Kompas.com di Jakarta, Sabtu (11/6/2016).
Menurut Abdullah, jika keran impor tetap dilakukan oleh swasta maka risikonya pemerintah akan terus diintervensi.
Dalam artian harga bisa dikendalikan oleh pihak swasta yang bisa merugikan masyarakat.
"Selain itu, pemerintah juga tidak bisa kuasai pasar sehingga pemerintah tidak bisa mengontrol kegiatan pasar," ucap Abdullah.
"Jika melibatkan BUMN keuntungannya pemerintah bisa kontrol. Tetapi BUMN juga tidak boleh melibatkan swasta dalam pengadaan dan distribusi. Ini akan (rantai pasok) semakin panjang," tutur Abdullah.
Abdullah berharap pemerintah bisa berkomunikasi dan berdiskusi secara langsung dengan semua pihak termasuk pedagang agar permasalahan daging sapi bisa cepat diselesaikan.
Penulis : Achmad Fauzi Editor : M Fajar Marta

6 Komentar


Alfa rosihan - 09 Maret 2018

Super Sekali jendral


Heru safrudin - 24 Juni 2018

Mas samsuri josss....,heru alumni DU njoso.


Heru safrudin - 24 Juni 2018

Mas mansuri josss....,heru alumni DU njoso.


- 26 Juni 2018


Rodi hartono - 26 Juni 2018

Tolong datang ke kabupaten muko muko propinsi bengkulu pak


Rodi hartono - 26 Juni 2018

Kami masarakat muko muko kususnya petani sawit. Berharap sama bapak. Agar bapak bisa memperjelas kan harga buah sawit..cara mainnya gimana.. Kok didaerah lainnya seperti jambi damasraya harga buah kelapa sawit bisa mahal.. Kenapa dimuko muko kok murah nya luarbiasa.


Isi Komentar